Angin Puting Beliung di Bone, 7 Rumah Rusak

angin puting beliung di bone

Karebamedia, Bone – Bencana angin puting beliung di Bone Sulawesi Selatan kembali terjadi dan menimbulkan banyak kerugian. 

Sebanyak tujuh unit rumah milik warga di Kelurahan Ujung Tanah, Kecamatan Cenrana, mengalami kerusakan cukup parah. Ini terjadi setelah angin kencang dan hujan deras pada Jumat sore, 25 April 2025. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Bacaan Lainnya

Insiden ini terjadi sekitar pukul 16.30 Wita. Menurut keterangan Danramil Cenrana, Lettu Inf Andi Aryanto, angin kencang menyapu kawasan Lingkungan Botto. Wilayah tersebut saat itu tengah diguyur hujan lebat. 

Dalam hitungan menit, beberapa rumah warga porak-poranda, terutama pada bagian atap yang terangkat dan beterbangan akibat terpaan angin.

“Benar, ada tujuh rumah warga yang terdampak. Sebagian mengalami kerusakan ringan, namun ada juga yang cukup parah, terutama pada bagian atap rumah yang terlepas karena angin sangat kuat. Alhamdulillah, tidak ada warga yang mengalami luka atau menjadi korban jiwa,” jelas Aryanto pada wartawan.

Angin Puting Beliung di Bone

Adapun rumah-rumah yang terdampak masing-masing milik Hasmah (50), Riswan (43), Kasmawati (32), Bandu (52), Udira (57), Risal (30), dan Rosdiana (45). 

Mereka saat ini masih menetap di rumah masing-masing meski kondisi bangunan sudah tidak layak sepenuhnya. Beberapa warga juga tampak mulai membersihkan puing-puing dan memperbaiki bagian rumah yang masih selamat.

Selain merusak bangunan tempat tinggal, angin juga menumbangkan beberapa pohon besar yang berada di sekitar pemukiman. Bahkan, sejumlah pohon menimpa atap rumah warga sehingga memperparah kerusakan yang terjadi.

Baca Juga:  Mobil Dinas Satpol PP di Pinrang Terjun ke Saluran Irigasi

“Kerugian secara keseluruhan nampaknya mencapai Rp 100 juta. Kami belum bisa menghitung secara rinci karena proses pendataan masih berlangsung. Namun untuk sementara warga masih bertahan di rumah masing-masing. Kami sudah imbau agar tetap waspada dan segera mencari tempat aman bila cuaca kembali memburuk,” lanjut Aryanto.

Aparat dan BPBD Sudah Melakukan Langkah Cepat

Pihak TNI bersama aparat kelurahan dan BPBD wilayah Bone telah melakukan langkah cepat untuk meninjau lokasi kejadian dan membantu warga terdampak. 

Sejumlah bantuan logistik dasar seperti terpal dan makanan ringan juga mulai disalurkan sambil menunggu evaluasi lebih lanjut dari tim penanggulangan bencana. Cuaca ekstrem di wilayah Bone sendiri telah menjadi perhatian khusus dalam beberapa minggu terakhir. 

BMKG sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang dan hujan lebat di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Bone dan sekitarnya. Masyarakat diminta untuk lebih waspada dan segera melapor jika terjadi kondisi membahayakan di lingkungan sekitar mereka.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu bisa sewaktu-waktu menimbulkan kerugian fisik dan materi yang besar. 

Oleh karena itu, dibutuhkan kesiapsiagaan dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat agar dampak bencana bisa diminimalisir semaksimal mungkin.

Pos terkait