Berlubang, Perbaikan Jalan Hertasning Makassar “Hanya” Pakai Paving Blok

Jalan Hertasning Makassar

Karebamedia.com, Makassar – Kondisi Jalan Letjen Hertasning di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ini semakin memprihatinkan dan perlu perhatian serius. 

Jalan yang seharusnya menjadi penghubung vital antara Makassar dan Gowa tersebut kini mengalami kerusakan parah. Ini membuat perjalanan menjadi tidak nyaman dan bahkan berbahaya bagi para pengendara. 

Bacaan Lainnya

Salah satu masalah utama yang terlihat jelas adalah banyaknya lubang besar yang tersebar di sepanjang jalan. Nampak juga upaya perbaikan yang berjalan tidaklah memadai. 

Sebagian besar lubang tersebut hanya mengalami penambalan menggunakan paving blok. Ini jelas bukan solusi jangka panjang dan sering kali tidak mampu bertahan lama. 

Akibatnya, jalan ini menjadi sangat rawan kecelakaan dan kerap kali menyebabkan kemacetan. Ini terutama terasa pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari.

Kondisi Jalan Hertasning Makassar

Pada Kamis, 3 April 2025, terlihat bahwa lubang-lubang besar di jalan ini. Lubang tersebut terlihat mulai dari pertigaan Jalan Toddopuli Raya hingga menuju perbatasan Gowa semakin bertambah. 

Kondisi yang sama juga dapat ditemukan pada arus lalu lintas sebaliknya, tepatnya di Jalan Aroepala Makassar yang mengarah menuju Hertasning. 

Lubang-lubang ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas. Ini juga menambah beban psikologis bagi pengendara yang harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok atau merusak kendaraan mereka. 

Tak pelak, hal ini semakin menambah kemacetan dan memperburuk situasi di ruas jalan yang sudah sangat padat tersebut.

Baca Juga:  Lindungi 382 Kapal Nelayan, Pemprov Sulsel Usulkan Perpanjangan Relaksasi VMS

Perbaikan Hanya Memakai Paving Blok

Beberapa lubang yang ada di sepanjang Jalan Letjen Hertasning, Makassar, Sulawesi Selatan tampaknya hanya mengalami penambalan dengan paving blok. Ini hanya solusi sementara yang jelas tidak cukup untuk mengatasi kerusakan parah di jalan tersebut. 

Akibatnya, pengendara terpaksa melambat saat melintasi jalan ini, berusaha menghindari sisa-sisa tambalan yang tidak rata serta lubang-lubang besar yang masih menganga di sepanjang ruas jalan. 

Hal ini tentu saja mengganggu kelancaran lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Kondisi ini tak hanya mengganggu pengendara yang terpaksa melalui jalan ini setiap hari, tetapi juga oleh warga sekitar yang merasa dampak buruknya semakin terasa. 

Salah satunya adalah Sutrisno (31), warga Samata, Gowa, yang mengaku hampir setiap pagi dan sore hari terjebak dalam kemacetan di jalan tersebut. 

Menurutnya, jalan ini merupakan jalur utama yang dia gunakan untuk menuju Makassar dari rumahnya, dan kemacetan yang terjadi hampir setiap hari membuatnya sangat kesal. 

“Iya, setiap hari saya lewat sini karena ini jalur ke Makassar kalau dari rumah. Setengah mati juga, tidak bisa cepat-cepat,” ujarnya dengan nada kesal di lokasi.

Sutrisno mengaku sudah tidak ingat kapan tepatnya kerusakan pada jalan ini berawal, namun dia memastikan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. 

Dia juga menambahkan bahwa kemacetan yang terjadi di ruas jalan ini semakin parah saat jam sibuk, terutama di pagi dan sore hari. 

“Sudah lama begini, pernah kayaknya mengalami perbaikan, tapi tidak lama rusak lagi. Iya, setiap hari (macet), jadi itu biasa macet di sini. Jalan rusak toh baru banyak juga memang mi kendaraan. Pokoknya setiap pagi sama sore setengah mati kasihan di sini,” tambahnya.

Baca Juga:  Angin Puting Beliung di Bone, 7 Rumah Rusak

Pernyataan dari Pengendara

Pengendara lain yang juga merasakan dampak buruk dari kondisi jalan ini adalah Akbar (35), yang mengeluhkan banyaknya lubang yang menghiasi ruas jalan tersebut. 

Menurutnya, kerusakan di jalan ini sudah cukup parah, bahkan pernah terjadi insiden yang menunjukkan betapa berbahayanya kondisi tersebut. 

Akbar menceritakan bahwa pernah ada sebuah truk yang mengalami kerusakan serius akibat terperosok ke dalam lubang besar. “Ada dulu di sini truk patah per-nya, truk pengangkut timbunan,” ungkapnya, mengenang kejadian tersebut.

Akbar juga menilai bahwa perbaikan yang dilakukan sejauh ini, yaitu penambalan dengan menggunakan paving blok, jelas tidak efektif. 

Dia menyebutkan bahwa meskipun penambalan tersebut dilakukan, jalan tetap cepat rusak kembali dalam waktu singkat. “Kalau cuma ditambal tidak lama rusak lagi. Harus mi memang diperbaiki total, bukan tambal sulam begini,” tegasnya.

Berdasarkan pengalamannya, Akbar berharap agar pihak berwenang segera melakukan perbaikan menyeluruh pada jalan ini, mengingat kondisi yang semakin memburuk dan berdampak langsung pada keselamatan pengendara. 

Hanya dengan perbaikan yang lebih komprehensif dan bukan solusi sementara seperti tambal sulam, masalah ini bisa diatasi dan tidak menambah risiko kecelakaan di kemudian hari.

Pos terkait