Karebamedia, Pinrang – Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas menimpa kendaraan dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidrap di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Mobil dinas berjenis Toyota Hilux Pikap ini mengalami kecelakaan setelah menabrak pembatas jembatan dan akhirnya terjun ke dalam saluran irigasi.
Kejadian ini terjadi pada Rabu (9/4/2025) sekitar pukul 22.00 Wita di Jalan Poros Pinrang-Sidrap, tepatnya di Kampung Alacalimpo Barat, Kelurahan Fakkie, Kecamatan Tiroang.
Mobil yang dikemudikan seorang petugas Satpol PP itu sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Sidrap dari arah Pinrang saat kecelakaan terjadi.
Kasat Lantas Polres Pinrang, Iptu Saripuddin, mengungkapkan bahwa dugaan awal penyebab kecelakaan adalah terbatasnya jarak pandang pengemudi akibat hujan yang cukup deras saat kejadian.
“Saat kejadian, wilayah tersebut sedang hujan deras, yang mengakibatkan visibilitas pengemudi berkurang. Akibatnya, mobil kehilangan kendali, menabrak pembatas jembatan, dan masuk ke saluran irigasi,” jelas Iptu Saripuddin pada Kamis (10/4/2025).
Kronologi Kejadian Mobil Dinas Satpol PP Terjun ke Irigasi
Berdasarkan informasi dari saksi di lokasi, sebelum kecelakaan terjadi, mobil dinas Satpol PP Sidrap melaju dengan kecepatan sedang dari arah Pinrang menuju Sidrap, Sulawesi Selatan.
Saat memasuki wilayah Kampung Alacalimpo Barat, hujan mulai turun dengan intensitas tinggi. Pengemudi nampaknya tidak menyadari adanya pembatas jembatan karena jarak pandang yang terbatas.
Upaya pengereman pun tampaknya tidak cukup efektif, sehingga mobil tetap melaju dan menabrak bagian pembatas jembatan dengan keras. Benturan yang kuat menyebabkan kendaraan terguling ke dalam saluran irigasi di sisi jalan.
Beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi segera bergegas memberikan pertolongan setelah mendengar suara benturan yang cukup keras. Beberapa orang langsung mendekati lokasi untuk memastikan kondisi korban di dalam kendaraan.
“Kami mendengar suara keras seperti sesuatu yang jatuh, lalu kami lihat mobil itu sudah ada di dalam irigasi. Kami langsung lari ke sana untuk membantu,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Kondisi Korban dan Upaya Evakuasi
Mobil yang jatuh ke dalam saluran irigasi cukup menyulitkan upaya evakuasi. Sopir dan seorang penumpang yang berada di dalam kendaraan berusaha keluar dari mobil, tetapi air yang menggenangi irigasi membuat mereka kesulitan untuk bergerak.
Beberapa warga bersama petugas yang tiba di lokasi akhirnya berhasil membantu kedua korban keluar dari mobil.
Keduanya mengalami luka ringan akibat benturan dan segera dibawa ke Puskesmas Mattiro Deceng di Kecamatan Tiroang untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Pengemudi dan penumpang hanya mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas,” tambah Iptu Saripuddin.
Sementara itu, proses evakuasi kendaraan membutuhkan waktu cukup lama karena kondisi medan yang licin akibat hujan. Pihak kepolisian bersama warga sekitar menggunakan alat berat untuk menarik mobil dari dalam saluran irigasi.
Faktor Penyebab Kecelakaan
Meskipun dugaan awal kecelakaan adalah akibat cuaca hujan yang menyebabkan jarak pandang terbatas, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada faktor lain yang turut berkontribusi dalam kejadian ini.
Ada kemungkinan, hujan yang turun membuat permukaan jalan menjadi licin, sehingga mobil lebih sulit terkendali, terutama saat melakukan pengereman mendadak.
Wilayah tersebut diketahui minim penerangan jalan, yang semakin memperburuk visibilitas pengemudi di tengah hujan deras. Tidak menutup kemungkinan ada kelalaian dari pihak pengemudi, misalnya kurang fokus atau mengemudi dalam kondisi kelelahan.
Pihak berwenang juga akan memeriksa apakah ada masalah teknis pada kendaraan, seperti rem yang kurang berfungsi atau ban yang sudah aus, sehingga menyebabkan mobil kehilangan traksi.









