Karebamedia, Makassar – Pihak kepolisian telah menyelesaikan proses autopsi terhadap jenazah seorang perempuan toraja berinisial MI (28). Masyarakat menemukan Korban dalam kondisi tergantung di kamar kosnya di Makassar, Sulawesi Selatan.
Wanita asal Tana Toraja tersebut bukan merupakan korban tindak pidana pembunuhan. Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, mengonfirmasi bahwa hasil autopsi telah keluar dan langsung tersampaikan kepada pihak keluarga korban.
Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa autopsi berjalan untuk memastikan penyebab kematian dan memperkuat hasil penyelidikan yang sudah berlangsung oleh tim kepolisian.
“Benar, hasil autopsi sudah kami terima sore tadi. Kami langsung menggelar pertemuan dan memberikan penjelasan kepada keluarga korban di kantor Polsek terkait hasil penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi, serta hasil autopsi,” ungkap Kompol Muhammad Yusuf pada Kamis (3/4/2025).
Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Korban
Berdasarkan hasil autopsi serta keterangan saksi-saksi, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa MI meninggal dunia murni akibat gantung diri.
Tidak ada tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban yang mengarah pada dugaan penganiayaan atau pembunuhan.
Kapolsek menjelaskan bahwa pihaknya sudah meminta keterangan beberapa orang terkait kasus ini, termasuk pacar korban, Musriadi dan pemilik kos bernama Muhammad Anwar. Ada juga seorang saksi lain bernama Eka Sanjaya, yang merupakan teman dari kekasih korban.
“Dari hasil autopsi dan keterangan para saksi, tidak ada tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban, selain bekas jeratan tali di lehernya. Ini semakin memperkuat dugaan bahwa korban memang mengakhiri hidupnya sendiri tanpa adanya campur tangan pihak lain,” jelasnya.
Dengan adanya hasil autopsi ini, polisi berharap spekulasi yang beredar mengenai kemungkinan tindak kekerasan atau pembunuhan dapat berhenti. Pihak keluarga juga telah menerima penjelasan resmi dari kepolisian terkait hasil penyelidikan ini.
Hasil Pemeriksaan Ponsel dan Buku Harian
Dari hasil penyelidikan lebih lanjut, kepolisian Makassar menemukan petunjuk baru terkait motif di balik keputusan tragis yang MI (28) ambil.
Berdasarkan pemeriksaan terhadap ponsel dan buku harian korban, terungkap bahwa ia nampaknya mengalami kekecewaan yang mendalam terhadap pacarnya.
MI mencurigai kekasihnya berselingkuh, yang membuatnya merasa marah, sakit hati, dan terpukul secara emosional.
“Dalam hasil penyelidikan dari ponsel dan buku catatan pribadi korban, ada fakta bahwa korban merasa kecewa, marah, serta sakit hati terhadap pacarnya karena menduga adanya perselingkuhan,” ungkap Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf.
Rasa sakit hati yang korban alami nampaknya menjadi pemicu utama yang mendorongnya untuk mengakhiri hidupnya.
Masyarakat menemukan MI dalam keadaan tergantung dengan seutas tali berwarna kuning yang terikat pada ventilasi pintu masuk kamar mandi. Saat Polisi datang, korban masih mengenakan pakaian tidur.
“Korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, menggunakan tali berwarna kuning yang terikat di ventilasi pintu masuk kamar mandi,” tambah Yusuf.
Permintaan Keluarga Perempuan Toraja untuk Melakukan Autopsi
Sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan autopsi terhadap jenazah MI guna memastikan penyebab kematiannya. Autopsi ini berlangsung setelah permintaan dari pihak keluarga yang ingin mendapatkan kepastian atas kejadian tragis ini.
“Tadi malam sudah dilakukan autopsi,” ujar Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, kepada media pada Kamis (3/4/2025).
Menurut Yusuf, tim penyidik awalnya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban tanpa adanya hasil pemeriksaan forensik. Oleh karena itu, autopsi dilakukan sebagai bagian dari prosedur untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul terkait peristiwa ini.
Sementara itu, polisi juga telah meminta keterangan dari pacar korban serta beberapa saksi lain guna memperjelas kronologi kejadian.
Kronologi Penemuan Jenazah Perempuan Toraja
MI ditemukan dalam keadaan tergantung di pintu kamar mandi kamar kosnya yang terletak di Jalan Bontoramba, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu (3/3) sore.
Saat pertama kali ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Kejadian ini pun langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian, yang kemudian melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut.
Hasil penyelidikan mengarah pada kesimpulan bahwa korban meninggal karena bunuh diri tanpa adanya indikasi kekerasan atau dugaan tindak pidana lain. Meski demikian, peristiwa ini tetap meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekat korban.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kesehatan mental dan dukungan emosional bagi individu yang tengah menghadapi tekanan berat dalam hidupnya.
Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda mengalami tekanan emosional yang berlebihan, jangan ragu untuk mencari bantuan dari keluarga, sahabat, atau profesional kesehatan mental.









