Karebamedia, Maros – Warga Dusun Pandaria, Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terkejut dengan kemunculan seekor ular piton sepanjang 5 meter di sekitar permukiman mereka.
Kejadian yang berlangsung pada Sabtu (5/4/2025) sore ini segera membuat warga khawatir dan langsung melaporkannya ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Maros.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Maros, Eldrin Saleh Nuhung, membenarkan adanya laporan warga terkait penemuan ular tersebut. Tim animal rescue Damkar Maros pun segera terjun untuk menangani situasi.
“Kami menerima laporan adanya ular sepanjang lima meter berjenis piton reticulatus yang berada di dalam parit dekat rumah warga. Tim langsung bergerak untuk melakukan evakuasi,” ujar Eldrin pada Minggu (6/4/2025).
Ular Piton 5 Meter Bersembunyi di Parit Dekat Permukiman
Menurut laporan, ular piton tersebut bersembunyi di sebuah parit yang terletak tak jauh dari rumah warga.
Keberadaan ular itu membuat warga cemas karena berpotensi menyerang ternak atau bahkan membahayakan penduduk sekitar, terutama anak-anak yang sering bermain di sekitar lokasi.
Sebanyak sembilan personel Damkar terjun ke lokasi untuk menangkap ular tersebut. Sesampainya di tempat kejadian, tim segera melakukan observasi dan menyiapkan peralatan khusus untuk proses evakuasi.
Evakuasi Dramatis, Ular Melakukan Perlawanan
Tim penyelamat menggunakan alat bantu bernama grab stick untuk menangkap ular tersebut. Namun, proses evakuasi ternyata tidak berlangsung mudah.
Ular piton tersebut memberikan perlawanan sengit, membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati agar tidak terjadi insiden yang membahayakan.
“Aksi evakuasi berjalan sejak pukul 15.27 WITA. Ular sempat melawan dan mencoba melarikan diri, sehingga kami harus bekerja dengan penuh kewaspadaan. Namun, dengan koordinasi yang baik, akhirnya ular berhasil tertangkap sekitar pukul 16.35 WITA,” lanjut Eldrin.
Proses penyelamatan yang berlangsung selama hampir satu jam ini menjadi tontonan bagi warga sekitar yang penasaran dengan aksi tim penyelamat. Beberapa warga bahkan merekam kejadian tersebut dan membagikannya di media sosial.
Ular Dievakuasi ke Tempat Aman
Setelah berhasil tertangkap, ular piton tersebut kemudian dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk dilepaskan kembali ke habitat aslinya.
Eldrin memastikan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan evakuasi satwa liar melalui prosedur yang sesuai.
“Kami tidak akan membahayakan ular maupun masyarakat. Setelah aman, kami akan memastikan ular ini kembali ke habitatnya agar tidak lagi mengganggu warga,” tuturnya.
Pesan untuk Warga: Tetap Waspada
Kemunculan ular piton di daerah permukiman warga bukanlah kejadian yang pertama kali terjadi di Maros dan wilayah Sulawesi Selatan.
Oleh karena itu, Eldrin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan satwa liar berbahaya di sekitar tempat tinggal mereka.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular sendirian, terutama jika ukurannya besar seperti ini. Lebih baik segera hubungi tim penyelamat profesional agar evakuasi bisa berlangsung dengan aman,” tambahnya.
Maraknya temuan ular piton di wilayah Maros nampaknya sebagai akibat habitat alaminya yang semakin menyempit akibat aktivitas manusia.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga keseimbangan ekosistem agar satwa liar tidak semakin sering masuk ke permukiman warga.
Dengan adanya tindakan cepat dari Damkar Maros, kejadian ini berhasil ditangani tanpa ada korban atau kerugian.
Semoga kesadaran masyarakat terhadap keberadaan satwa liar semakin meningkat dan kejadian serupa bisa diminimalisir di masa mendatang.









