Cara Membuat Laporan Penjualan Anti Ribet

cara membuat laporan penjualan

Membuat laporan penjualan merupakan hal dasar yang harus dimiliki oleh para penjual. Meskipun begitu, ternyata banyak yang belum mengetahui cara membuat laporan penjualan yang baik dan benar.

Untuk itu, perlu mempelajari terlebih dahulu agar bisa mengetahui sirkulasi uang pada bisnis yang dijalankan. Dengan adanya laporan penjualan ini juga akan diketahui bisnis Anda untung ataupun rugi sehingga sangat penting untuk dibuat.

Bacaan Lainnya

Pengertian Laporan Penjualan

Sebelum mengetahui cara membuatnya, ada baiknya untuk mengetahui pengertiannya terlebih dahulu. Secara ringkas, laporan penjualan merupakan sebuah dokumen yang merangkum semua transaksi pembelian atau penjualan dari suatu bisnis.

Laporan ini biasanya memiliki periode tersendiri yaitu laporan penjualan harian, bulanan atau  tahunan. Umumnya, laporan keuangan dibuat secara  bulanan agar dapat mengetahui keuntungan dari bisnis yang dijalankan tersebut.

Boleh dibilang bahwa laporan keuangan ini merupakan jantung dari sebuah strategi bisnis yang dikatakan berhasil. Di dalamnya memuat informasi tentang apa saja yang terjual, kapan dijualnya, berapa banyak terjualnya, dan lainnya.

Nantinya laporan tersebut bisa menggambarkan keadaan dari bisnis yang sesungguhnya. Laporan keuangan ini akan dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan bagi pemilik usaha untuk mengambil langkah strategis selanjutnya.

Membuat laporan penjualan juga tidak boleh sembarangan. Pasalnya, laporan ini merupakan bagian penting dari perusahaan yang dibutuhkan oleh semua divisi di dalam perusahaan tersebut.

Baca Juga:  Daftar Usaha Ternak 1 Bulan Panen, Dijamin Untung Cepat!

Apabila salah dalam membuat laporannya, maka akan berakibat fatal pada pembacaan hasil laporan. Selain itu, keputusan yang akan diambil pun menjadi tidak tepat dan mampu merugikan perusahaan di kemudian hari.

Cara Membuat Laporan Penjualan

Membuat laporan penjualan tidaklah sulit jika sudah dipelajari dengan baik. Bagi yang masih awam da belum pernah mengetahuinya sama sekali, maka perlu menyimak beberapa cara berikut ini:

1. Menentukan Jenis Laporannya

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan terlebih dahulu jenis laporan keuangan yang diinginkan. Hal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan dari perusahaan. Tampilan yang menarik dan memahamkan akan lebih disukai oleh pembacanya.

Untuk itu, penting membuat tampilan laporan yang rapi dan berbentuk grafik agar mudah dipahami oleh setiap pembaca. Laporan tersebut bisa saja dibuat dengan mudah asalkan mengetahui cara membuatnya.

2. Menentukan Periode Laporan

Cara berikutnya yaitu menentukan periode laporannya. Terdapat tiga pilihan yaitu laporan harian, bulanan, atau tahunan. Periode ini disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan kemauan dari pimpinan. 

Setelah itu, Anda bisa membandingkan laporan bisnis periode berikutnya dengan periode yang sekarang. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah perusahaan mengalami peningkatan penjualan atau justru mengalami penurunan.

3. Sertakan Informasi Penting

Setelah berhasil menentukan periode laporannya, silahkan mulai menyusun jenis laporan ini. Serta informasi-informasi penting agar laporan tersebut lebih mudah untuk dibaca.

Informasi yang disertakan biasanya adalah berapa barang yang terjual, apa saja barang yang terjual, berapa keuntungan penjualan, dan lainnya. Untuk memudahkan membuat jurnal diperlukan Jurnal Touch pada bagian kasir. Cara pakai Jurnal Touch tersebut juga mudah.

4. Buatlah Grafik

Penyusunan yang terakhir adalah dengan membuatkannya grafik. Grafik ini akan mempresentasikan keadaan penjualan dari perusahaan yang sesungguhnya sehingga siapapun bisa melihat dengan jelas.

Baca Juga:  3 Tips Buka Toko Kelontong Kecil-Kecilan dan Rincian Modalnya

Jangan lupa pula untuk mengecek kebenaran dari laporan penjualan sebelum membuatkan grafiknya. Tujuannya agar laporan tersebut sudah terbukti valid.

Penutup

Itulah pengertian beserta cara membuat laporan penjualan yang baik dan benar. Siapapun bisa menerapkan cara tersebut agar laporan menjadi lebih mudah dipahami.

Pos terkait