Yuk Pahami Cara Perhitungan Asuransi Pengiriman Barang

Yuk Pahami Cara Perhitungan Asuransi Pengiriman Barang

Di dalam dunia bisnis modern, pengiriman barang adalah hal lumrah yang dapat ditemukan sehari-hari. Namun tahukah Anda jika dalam proses pengiriman tersebut ada perhitungan asuransi pengiriman barang yang harus dibayarkan?

Nah agar lebih paham mengenai asuransi pengiriman barang, manfaat, jenis serta cara perhitungannya, silahkan simak uraian karebamedia.com berikut hingga selesai.

Bacaan Lainnya

Pengertian & Manfaat Asuransi Pengiriman Barang

Asuransi pengiriman barang adalah salah satu bentuk layanan perlindungan atas risiko terjadinya kerugian finansial yang dialami oleh pemilik barang. Umumnya kerugian finansial tersebut terjadi selama masa pengiriman berupa kehilangan atau kerusakan barang kiriman.

Dari deskripsi di atas maka dapat diambil kesimpulan jika manfaat asuransi pengiriman barang adalah memberi perlindungan atas risiko:

1. Kerusakan

Asuransi pengiriman barang menyediakan perlindungan finansial yang terjadi akibat kerusakan barang di masa pengiriman. Risiko terjadinya kerusakan barang kiriman pada masa delivery ini memang menjadi kenyataan yang tak terbantahkan meski telah dibungkus secara aman.

Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya, misalnya faktor cuaca yang tidak pasti, kecelakaan lalu lintas atau kondisi jalan yang rusak. Penyebab lain bisa juga karena kondisi lapangan yang tak menentu misalnya terjadi bencana banjir sehingga barang kiriman rusak.

2. Kehilangan

Setiap perusahaan ekspedisi pasti sudah mengusahakan untuk meminimalisir terjadinya berbagai hal yang berisiko merugikan pemilik atau penerima barang. Akan tetapi kadang kala ada juga musibah terjadi yang tak sesuai rencana, misalnya barang hilang karena dicuri.

Baca Juga:  Ragam Model Tembok Pembatas Ruang Tamu Estetik Nan Elegan

Terlepas dari bagaimana hal ini dapat terjadi, asuransi pengiriman barang akan membantu Anda dalam menghadapi kerugian finansial karenanya.

3. Jaminan Kepuasan bagi Pelanggan

Selain untuk mengatasi kerugian finansial yang terjadi, keberadaan asuransi pengiriman barang juga akan menjadi jaminan kepuasan bagi pelanggan. Yang mana di dunia bisnis kepuasan pelanggan ini menjadi salah satu pilar kesuksesan.

Pasalnya dengan adanya asuransi maka konflik akibat ketidakpuasan dari pelanggan karena barang kiriman hilang atau rusak akan dapat dihindari.

Apa Saja Jenis Asuransi Pengiriman Barang?

Jenis asuransi pengiriman barang disesuaikan dengan jenis angkutan yang digunakannya, apakah menggunakan jalur udara, darat atau laut, berikut penjelasannya:

1. Asuransi Angkutan Udara

Pengertian asuransi angkutan udara adalah asuransi yang akan menyediakan perlindungan terhadap risiko terjadinya kerugian finansial yang terkait dengan pengiriman barang. Yaitu yang menggunakan jenis transportasi udara, misalnya menggunakan pesawat kargo.

Cakupan dari jenis asuransi angkutan udara antara lain adalah:

  1. Risiko terjadinya kerusakan barang selama proses pengiriman via jalur udara.
  2. Hilangnya barang kiriman selama proses pengiriman.
  3. Risiko kerusakan yang berkaitan dengan terjadinya cuaca ekstrem yang mengganggu kelancaran penerbangan.
  4. Risiko kerusakan atau kehilangan barang kiriman yang dikaitkan dengan keadaan operasional bandara.

2. Asuransi Angkutan darat

Pengertian asuransi angkutan darat adalah asuransi perlindungan terhadap risiko kerugian finansial yang terkait dengan pengiriman barang yang menggunakan jalur darat. Misalnya pengiriman barang dengan moda transportasi truck, bus atau kereta api. 

Cakupan asuransi ini meliputi semua potensi risiko yang menyebabkan kerugian yang terjadi selama pengiriman lewat jalur darat. Misalnya, kehilangan, kerusakan, pencurian, kecelakaan dan lain sebagainya.

3. Asuransi Angkatan Laut

Nama lain dari asuransi angkatan laut ini adalah asuransi kargo laut. Pengertian asuransi angkutan laut adalah salah satu jenis asuransi yang memberikan perlindungan dari kerugian finansial yang terjadi selama masa pengiriman menggunakan jalur laut.

Baca Juga:  Masa Depan Web Hosting di 2026: Semakin Cerdas, Cepat, dan Ramah AI

Jenis moda transportasi yang masuk ke dalam asuransi angkutan laut adalah kapal PELNI, kapal kargo atau kapal roro. Sedangkan cakupan asuransi ini adalah semua kerugian yang disebabkan oleh:

  1. Kecelakaan kapal seperti kandas atau kapal tenggelam karena berbagai hal.
  2. Hilangnya barang di laut.
  3. Kerusakan yang disebabkan oleh terjadinya cuaca buruk. Misalnya hujan lebat, badai, petir atau berbagai kondisi lain yang mengakibatkan benturan kapal atau hal lainnya.
  4. Keadaan darurat yang membuat kru kapal mengambil keputusan untuk membuang muatan ke laut demi keselamatan kapal.
  5. Terhambatnya proses bongkar muat di pelabuhan sehingga barang kiriman tertahan dan menyebabkan kerusakan.

Cara Menghitung Asuransi Pengiriman Barang

Sebagaimana telah dijabarkan di atas, asuransi pengiriman baik untuk moda transportasi udara, darat maupun laut menjadi faktor penting mencegah kerugian. Entah itu disebabkan karena kehilangan, kerusakan, pencurian atau berbagai faktor tak terduga lainnya.

Lantas bagaimana cara perhitungan asuransi pengiriman barang itu? Untuk mendapatkan angka yang pas sejumlah nilai asuransinya, maka perhatikan rumus perhitungan asuransi pengiriman barang sebagai berikut:

Nilai barang x besaran premi asuransi = nilai biaya asuransi yang harus dibayarkan.

Contoh, Anda akan membeli barang elektronik seharga Rp 600.000, maka perhitungan nilai asuransi pengiriman barangnya adalah;

Rp 600.000 x 0.3% = Rp 1.800.

Sebagai tambahan informasi untuk besaran nilai premi asuransi akan berbeda antara satu perusahaan ekspedisi yang satu dengan lainnya. Sehingga hasil akhir perhitungan asuransi pengiriman barang akan berbeda-beda.

Namun secara umum kisaran nilainya antara 0.2% hingga 0.35%. Untuk lebih jelas dan detail, silahkan cermati pada poin di bawah ini.

Premi Asuransi Ekspedisi

Ketentuan premi asuransi pengiriman barang akan disesuaikan dengan kebijaksanaan yang dimiliki oleh ekspedisi yang digunakan untuk melakukan pengiriman. Secara detail, berikut nilai premi asuransi dari beberapa ekspedisi di tanah air, yaitu:

Baca Juga:  Bank Milik Sandiaga Uno (Pundi), Simak Sejarahnya

a. Premi Asuransi senilai 0.2%

  1. JNE Express nilai premi asuransinya adalah 0.2% dari harga barang ditambah Rp 5.000.
  2. Anteraja nilai premi asuransinya = 0.2% dari harga barang.
  3. ID Express nilai premi asuransinya = 0.2% dari nilai atau harga barang.
  4. J&T Express nilai premi asuransinya = 0.2% dari nilai harga barang.
  5. J&T Cargo nilai premi asuransinya = 0.2% dari total harga barang.

b. Nilai Premi Asuransi Sebesar 0.25%

  1. NCS Courier dengan nilai premi asuransinya adalah 0.2% dari harga barang
  2. SiCepat Express nilai premi asuransinya adalah sebesar 0.2% dari harga barang

c. Premi Asuransi = 0.3%

JNE Express nilai premi asuransinya adalah 0.2% dari harga barang

d. Sesuai Ongkos Kirim

Untuk jenis layanan Grab Express maka ongkos kirim yang muncul di notifikasi aplikasi sudah termasuk asuransi pengiriman darat.

e. Nilai Pertanggungan Maksimal

Sedangkan jenis layanan GoSend maka nilai pertanggung jawabannya disesuaikan dengan level atau peringkat sebagaimana berikut:

  1. Platinum, maka nilai pertanggunagnnya jika terjadi kerugian adalah maksimum senilai dua puluh lima juta rupiah (Rp 25.000.000).
  2. Gold, untuk level ini maka nilai pertanggungan bagi kerugian yang paling tinggi adalah sepuluh juta rupiah (Rp 10.000.000).
  3. Silver, sedangkan untuk level silver maka nilai pertanggungan atas risiko kerugian maksimal adalah lima juta rupiah (Rp 5.000.000).

Penutup

Nah bagaimana sekarang pasti sudah paham bukan bagaimana cara membuat perhitungan asuransi pengiriman barang. 

Semoga dengan adanya artikel ini tidak lagi terjadi kesalah pahaman di benak konsumen tentang mahalnya di ongkir jika berbelanja online. Sebab pada kenyataannya tambahan biaya tersebut karena merupakan tambahan biaya asuransi.

Pos terkait