Selain Deep Frying, Ada 6 Teknik Memasak Kering Lainnya

Teknik Memasak Kering

Karebamedia.com – Teknik memasak kering merupakan salah satu metode memasak yang memakai panas tanpa adanya air maupun kaldu. Proses memasak dengan teknik kering secara umum melibatkan adanya suhu tinggi. Ketahui informasi lainnya tentang kuliner di laman doyanmasak.

Berdasarkan perkembangannya, sejak dahulu teknik memasak tradisional memiliki variasi yang cukup banyak. Setiap teknik memasak menggunakan alat dan bahan yang berbeda-beda. Bergantung dengan jenis bahan dan ketersediaan alat. 

Bacaan Lainnya

7 Nama Teknik Memasak Kering

Di bawah ini terdapat informasi mengenai 7 metode memasak kering. Mulai dari deep frying, sauteing, grilling, barbecuing, roasting, smoking, hingga shallow frying. Sementara teknik memasak braising tidak masuk dalam kategori ini. 

1. Deep Frying

Istilah deep frying melekat pada teknik memasak dengan minyak yang banyak. Bahan makanan yang diolah dengan metode ini harus terendam sepenuhnya di dalam minyak. Suhunya harus berkisar antara 170°C sampai dengan 190°C.

Metode memasak deep frying mampu menghasilkan makanan dengan lapisan luar yang begitu renyah. Sementara bagian dalamnya tetap terasa lembut. Deep frying sering untuk memasak ayam goreng, donat, dan kentang goreng. 

2. Sauteing

Teknik memasak sauteing hanya membutuhkan minyak dalam jumlah sedikit. Selain itu, waktu untuk mengolah makanan dengan metode sauteing umumnya memerlukan waktu yang sebentar. Alat untuk sauteing yaitu wajan dengan bentuk datar (pan frying).

Bahan makanan yang ada pada wajan panas akan menghasilkan suara desis. Suara tersebut menandakan bahwa wajan memiliki suhu yang tinggi. Teknik memasak ini sering kali digunakan untuk mengolah sayuran, udang, dan ayam. 

Baca Juga:  Cara Membuat Laporan Penjualan Anti Ribet

3. Grilling

Contoh makanan yang menggunakan metode memasak grilling sangat mudah untuk dijumpai. Misalnya saja ikan, daging, hingga makanan laut. Metode memasak kering ini menggunakan panas langsung yang berasal dari sumber api.

Bahan makanan akan diletakkan di atas alas besi selama proses memasak berlangsung. Hasilnya, permukaan makanan akan memiliki tampilan gosong. Suhu panas harus terjaga dengan stabil agar makanan matang secara merata. 

4. Barbecuing 

Metode memasak barbecuing memiliki sedikit kemiripan dengan grilling. Bedanya, metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Bahan makanan dipanaskan dengan api yang kecil dari jarak jauh. 

Peletakan api dari jarak jauh bertujuan untuk menghindari kegosongan pada bahan makanan. Teknik ini begitu populer untuk memasak bahan makanan dengan potongan besar. Misalnya saja brisket, iga, dan ayam utuh. 

5. Roasting 

Suhu dalam menggunakan metode memasak roasting berkisar antara 180°C sampai dengan 220°C. Teknik memasak ini kerap dipakai untuk memasak olahan unggas. Hasilnya, bahan makanan terasa renyah di luar tetapi lembut di bagian dalam. 

Daging unggas dengan metode roasting memiliki tampilan luar berwarna kecoklatan. Sebelum dimasak, permukaan daging unggas umumnya diolesi dengan bumbu atau minyak. 

6. Smoking 

Smoking begitu identik sebagai teknik memasak ikan. Waktu untuk memasak ikan dengan metode smoking bisa berlangsung lama. Hasil makanan yang dimasak dengan metode ini dapat bertahan dalam waktu yang lama pula. 

7. Shallow Frying

Berbeda dengan deep frying, metode memasak shallow frying memerlukan minyak dalam jumlah sedikit. Metode memasak ini tidak tergolong dalam teknik memasak basah karena menggunakan bahan dasar minyak goreng. 

Penutup

Informasi terkait teknik memasak kering bisa menjadi pengetahuan baru bagi pecinta kuliner. Teknik memasak yang beragam dapat kita sesuaikan dengan jenis bahan makanan. Metode memasak dengan jumlah minyak yang sedikit cenderung lebih sehat untuk kesehatan.

Baca Juga:  Megahnya Borobudur Hotel Swimming Pool Jakarta

Pos terkait