Karebamedia.com – Pengujian air limbah domestik menjadi proses yang penting untuk menilai kualitas air yang berasal dari aktivitas rumah tangga. Tujuannya yakni untuk mengetahui tingkat pencemaran yang terkandung di dalam air limbah.
Keberadaan limbah cair dari pemukiman penduduk cukup mudah untuk ditemukan. Contohnya limbah cair yang berasal dari air kamar mandi, air dari dapur, hingga air cucian. Tidak jarang beberapa limbah cair domestik mengeluarkan bau tidak sedap.
Pengertian Air Limbah Domestik

Air Limbah Domestik adalah air buangan yang berasal dari kegiatan sehari-hari manusia. Baik di rumah, perkantoran, sekolah, hingga tempat umum. Sumber utama air limbah berasal dari beberapa kegiatan.
Contohnya mandi, mencuci, memasak hingga penggunaan toilet. Siapa sangka, ternyata air limbah domestik juga mengandung zat pencemar. Meliputi bahan organik, minyak dan lemak, sabun, detergen, hingga mikroorganisme patogen.
Meski tampak sepele, air limbah domestik perlu dikelola dengan baik. Jika tidak, hal ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan, mencemari air tanah, bahkan menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia.
Biasanya, hasil pengujian dari air limbah domestik dipakai untuk menentukan apakah air buangan memenuhi baku mutu atau tidak. Ketentuannya terdapat dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 68 Tahun 2016.
Parameter Kunci untuk Pengujian Air Limbah Domestik
Pengujian air limbah domestik yang menunjukkan parameter melebihi ambang batas memerlukan pengolahan lebih lanjut. Ketentuan ini sudah sesuai dengan UU limbah domestik. Lantas, apa saja parameter kunci untuk menguji air limbah domestik?
1. pH
Uji air limbah domestik sering kali menggunakan nilai pH sebagai parameter kunci. pH mampu menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan suatu sampel air. Nilai pH yang ideal untuk air limbah domestik umumnya ada di angka 6 hingga 9.
Jika nilai pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka berpotensi menimbulkan efek bahaya untuk lingkungan perairan. Organisme akuatik cenderung sensitif dengan perubahan pH. Di laboratorium lingkungan, pengukuran pH dilakukan menggunakan pH meter.
2. BOD
Pengujian baku mutu air limbah yang kedua menggunakan parameter nilai BOD (Biochemical Oxygen Demand). Nilai BOD tinggi menunjukkan banyaknya kandungan bahan organik yang mencemari lingkungan.
3. COD
Proses pengujian air limbah juga bisa dilakukan dengan melihat nilai COD (Chemical Oxygen Demand). Parameter satu ini mampu menggambarkan tingkat pencemaran yang lebih luas dibandingkan dengan BOD.
4. TSS
Total Padatan Tersuspensi (TPS) menunjukkan jumlah partikel padat yang tidak larut dan melayang dalam air limbah domestik. Nilai TSS yang tinggi sering kali menyebabkan air tampak keruh.
5. Lemak dan Minyak
Serupa dengan pengujian air limbah industri, pengujian untuk air limbah domestik memiliki parameter tersendiri. Salah satunya yakni parameter lemak dan minyak. Pengujiannya bisa dilakukan dengan metode ekstraksi menggunakan pelarut organik.
6. Amonia Total
Lab pengujian air limbah umumnya menawarkan amonia total. Salah satu parameter kimia ini menunjukkan kandungan nitrogen dalam bentuk amonia dan ion amonium di dalam air limbah. Asalnya bisa dari limbah urin manusia, sisa makanan, atau proses dekomposisi.
7. Total Koliform
Parameter mikrobiologis ini dipakai untuk menilai tingkat pencemaran biologis air limbah domestik. Tingginya jumlah koliform menandakan bahwa air limbah mengandung mikroorganisme patogen. Keberadaannya dapat menyebabkan diare dan disentri.
AAS Laboratory
Bila sedang membutuhkan uji labolatorium dengan 7 parameter di atas, pastikan memilih AAS Laboratory (PT Anugrah Analisis Sempurna). Sebuah laboratorium pengujian lingkungan terakreditasi KAN SNI ISO/IEC 17025:2017 (LP-565-IDN & LK-245-IDN).
AAS Laboratory melayani pengujian air limbah domestik (parameter fisik, kimia, mikrobiologi) dan terdaftar sebagai Laboratorium Lingkungan Hidup di KLHK, tepat untuk memastikan efluen memenuhi baku mutu.
Dengan dukungan tim analis berpengalaman dan jaringan kantor di kota-kota besar seperti Surabaya, Pekanbaru, serta Balikpapan, AAS Laboratory siap menjadi mitra pengujian yang cepat, akurat, dan tepercaya
Penutup
Pengujian air limbah domestik tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantauan kualitas air saja. Namun, juga berguna untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat dari risiko pencemaran air.









